Senin, 15 Oktober 2012

Makalah "Komunikasi verbal"


BAB I
Pendahuluan



I.1     Latar belakang

Dalam kehidupan sehari - hari, bahasa dan komunikasi yang baik sangat diperlukan agar kegiatan yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar. Setiap manusia pasti melakukan komunikasi, baik secara verbal maupun non verbal.Komunikasi merupakan kebutuhan dasar manusia. Sejak lahir dan selama proses kehidupannya, manusia akan selalu terlibat dalam tindakan-tindakan komunikasi.
Komunikasi dapat terjadi pada siapa saja, baik antar guru dengan muridnya, orang tua dengan anaknya, pimpinan dengan bawahannya, antara sesama karyawan dan lain sebagainya. Melakukan komunikasi merupakan bagian terpenting dari semua aktivitas, agar timbul pengertian dalam menyelesaikan tugas masing - masing.
Komunikasi merupakan proses penyampaian ide, pemikiran, pendapat dan berita ke suatu tempat tujuan serta menimbulkan reaksi umpan balik.


I.2          Rumusan masalah

I.2.a     Apa Pengertian bahasa? Dan apa fungsi dari bahasa?
I.2.b     Apa sebenarnya “Makna” itu?, Apa saja jenis - jenis dari “makna”?
I.2.c     Apa itu Simbology, simbol, dan fungsi dari simbol/ lambang?
I.2.d     Apa yang dimaksud dengan Komunikasi verbal?, bagaimana ciri - ciri dari komunikasi verbal?
I.2.e     Apa saja Hukum komunikasi, prinsip komunikasi,  dan faktor yang mempengaruhi
kelancaran komunikasi verbal?
I.2.f     Bagaimana Komunikasi yang efektif?, apa saja pondasi pembangun komunikasi efektif?
I.2.g     Apa ciri - ciri komunikasi efektif?
I.2.h     Bagaimana bentuk dan karakteristik komunikasi efektif?
I.2.i      Bagaimana proses komunikasi efektif dan apa saja unsur komunikasi efektif?



I.3     Tujuan penulisan

I.3.a   Mengetahui pengertian bahasa beserta fungsinya
I.3.b  Mengetahui “makna” dan jenis – jenis “makna”
I.3.c   Mengetahui tentang Simbology, simbol dan fungsi simbol/ lambang
I.3.d  Mengetahui komunikasi verbal dan ciri - ciri komunikasi verbal
I.3.e   Mengetahui hukum komunikasi, prinsip komunikasi, dan faktor yang
mempengaruhi kelancaran komunikasi verbal
I.3.f   Mengetahui komunikasi yang efektif dan 5 pondasi pembangun komunikasi efektif
I.3.g   Mengetahui 5 Ciri komunikasi efektif menurut Kumar (2000)
I.3.h  Mengetahui bentuk dan karakteristik komunikasi efektif
I.3.i   Mengetahui proses dan unsur komunikasi efektif


I.4     Maanfaat penulisan

Makalah ini berujuan untuk memberi pengetahuan mengenai bahasa, makna, sombol, dan komunikasi yang tentunya sudah tidak asing bagi pembaca karena hal tersebut kita jumpai dalam kehidupan sehari – hari. Kami berharap pembaca dapat menggerti akan komunikasi verbal dan dapat berkomunikasi secara efisien dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari - hhari.


BAB II
Pembahasan



II.1    Pengertian bahasa beserta fungsinya

Bahasa merupakan merupakan seperangakat simbol, dengan aturan untuk mengkombinasikan simbol – simbol tersebut.
Bahasa adalah sarana untuk menyatakan pikiran, perasaan, dan maksud kita.
Menurut Larry L barker (Mulyana, 243), bahasa memiliki 3 fungsi sebagai berikut :
1)      Penamaan
Penaamaan merupakan fungsi bahasa yang mendasar. Penaman atau penjulukan merujuk pada usaha untuk mengidentifikasi objek, tindakan, atau orang dengan menyebut namanya untuk merujuk pada komunikasi.
2)      Interaksi
Fungsi interaksi menunjuk pada gagasan dan emosi yang dapat mengundang simppati dan pengertian ataupun kemarahan dan kebingungan.
3)      Transmisi informasi
Bahasa merupakan media untuk menyampaikan informasi kepada orang lain. Mahasa merupakan media transmisi informasi yang bersifat lintas waktu, artinya melalui bahasa dapat disampaikan informasi yang berhubungan dengan masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang sehingga memungkinkan adanya kesinambungan budaya dan tradisi.


II.2    Makna, jenis – jenis makna

Makna adalah hubungan antara lambang bunyi dengan acuannya. Makna merupakan bentuk responsi dari stimulus yang diperoleh pemeran dalam komunikasi sesuai dengan asosiasi maupun hasil belajar yang dimiliki.
Jenis makna :
  Makna leksial
Makna leksikal adalah makna unsur-unsur bahasa (leksem) sebagai lambang benda, peristiwa, obyek, dan lain-lain. Makna ini dimiliki unsur bahasa lepas dari penggunaan atau konteksnya.
  Makna langsung atau konseptual (denotatif)
Makna langsung adalah makna kata yang didasarkan atas penunjukkan yang langsung (lugas)pada suatu hal atau onyek di luar bahasa. Makna langsung atau makna lugas bersifat obyektif, karena langsung menunjuk obyeknya.
  Makna kiasan
Makna kiasan atau asosiatif adalah makna kata yang didasarkan atas perasaan atau pikiran yang timbul pada penyapa dan pesapa. Makna ini muncul sebagai akibatasosiasi perasaan pemakai bahasa terhadap leksem yangdilafalkan atau didengarnya.


  Makna struktural
Makna struktural adalah makna yang muncul sebagai akibat hubungan antara unsur bahasa yang satu dengan unsur bahasa yang lain dalam satuan yang lebih besar, baik yang berkaitan dengan unsur fatis maupun unsur musis. Unsur fatis adalah unsur-unsur segmental yang berupa morfem, kata, frasa, klausa, dan kalimat, sedangkan unsur musis adalah unsur-unsur bahasa yang berkaitan dengan supra-segmental seperti irama, jeda,tekanan, dan nada. Makna struktural yang berkaitan dengan unsur fatis disebut makna gramatikal, sedangkan yang berkaitan dengan unsur musis disebut makna tematis.
  Makna gramatikal
Makna gramatikal adalah makna struktural yang munculsebagai akibat hubungan antara unsur-unsur gramatikal dalamsatuan gramatikal yang lebih besar. Misalnya, hubungan morfemdan morfem dalam kata, kata dan kata lain dalam frasa atauklausa, frasa dan frasa dalam klausa atau kalimat.
·         Makna tematis
Makna tematis adalah makna yang muncul sebagai akibat penyapa memberi penekanan atau fokus pembicaraan pada salahsatu bagian kalimat.


II.3    Simbology, simbol dan fungsi simbol/ lambang

Simbology adalah ilmu membaca makna lambang yang telah dibuat oleh manusia. Simbology tidak hanya mempelajari mengenai lambang modern, tetapi juga lambang- lambang kuno. Maka dari itu kita sekarang dapat mengetahui kejadian – kejadian dimasa lampau / sejarah yang tertulis di prasasti atau semacamnya.
Simbol/ lambang adalah bahasa verbal yang memiliki arti tertentu.
Lambang berfungsi melengkapi bahasa tulis. Sifat lambang “Universal” yakni dapat dibaca oleh orang banyak sekalipun mereka memiliki latar kebudayaan yang berbeda.
Fungsi lambang :
1)      Menambah nilai berita/ informasi
Fungsi lambang dalam penulisan adalah sebagai pelengkap agar nilai informasi dapat diterima dengan baik oleh pihak ke dua. Misalnya memakai titik, koma, dan sebagainya.
2)      Bahasa perintah
Slah satu faungsi simbol/ lambang adalah menyuruh pembaca melakukan perintah yang ada dalam lambang tersebut. Ketika kita di dalam mobil, ada gambar orang memakai sabuk pengaman. Hal itu berarti kita harus memakai sabuk pengaman agar tidak berakibat fatal ketika terjadi kecelakaan.
3)      Bahasa larangan
Salah satu fungsi lambang adalah sebagai bentuk larangan yang harus di patuhi. Seperti di pinggir jalan ada tanda huruf “P” di beri garis merah berarti dilarang parkir.
4)      Bahasa pengkodean
Fungsi lambang yang lain adalah sebagai bahasa penbgkodean. Contohnya barcode merupakan bukti penbyandian modern dengan menggunakan bantuan komputer.
5)      Identitas bangsa
Lambang juga dipakai sebagai identitas suku, masyarakat dan bangsa. Contohnya Negara kita memakai burung garuda sebagai lambang negara.
II.4    Komunikasi verbal dan ciri - ciri komunikasi verbal

Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan simbol – simbol verbal baik secara tertulis maupun secara lisan.
Komunikasi verbal di tandai dengan :
1)      Disampaikan secara lisan/ bicara atau tulisan
2)      Proses komunikasio eksplisit dan cenderung dua arah
3)      Kualitas proses komunikasi seringkali ditentukan oleh komunikasi non verbal

II.5    Hukum komunikasi, prinsip komunikasi, faktor yang mempengaruhi
kelancaran komunikasi verbal
Hukum komunikasi :
1)      Respect
Sikap saling menghargai antara komunikator dengan komunikan.
2)      Empathy
Kemampuan komunikan untuk mau mendengarkan apa yang sedang di bahas oleh komunikator. Tidak jarang pula ada komunikan yang ikut merasakan/ benar – benar terbawa dalam apa yang di sampaikan oleh komunikator.
3)      Audible
Sesuatu yang di sampaikan oleh komunikator dapat didengar/ dimengerti dengan baik oleh komunikan.
4)      Clarity
Sesuatu yang disampaikan oleh komunikan harus jelas, tidak menggunakan bahasa yang aneh/ sulit dimengerti oleh komunikan.
5)      Humble
Sikap rendah hati yang akan membuat komunikasi terasa hidup dan nyambung setiap apa yang disampaikan oleh kkomunikator kepada komunikan.

Faktor yang mempengaruhi kelancaran komunikasi verbal :
1)      Faktor intelegensi
Orang yang intelegensinya rendah kurang bisa menyampaikan atau memahami apa yang sedang dibicarakan karena perbendaharaan kata yang kurang.
2)      Faktor budaya
Setiap orang berasal dari budaya yang berbeda, jika mereka tetap mempertahankan bahasa budaya masing – masing, maka komunikasi yang terjadi tidak akan efektif bahkan bisa terjadi kesalahpahaman antara mereka.
3)      Faktor pengetahuan
Makin luas pengetahuan yang seseorang miliki maka makin mudah bgai seseorang itu untuk melakukan komunikasi karena perbendaharaan kata yang ia miliki juga pasti luas.
4)      Faktor kepribadian
Orang yang mempunyai sifat pemau dan kuramng bergaul, biasanya kurang lancar dalam berbicara.
5)      Faktor biologis
Kelumpuhan organ dapat menimbulkan Kelainan – kelainan, seperti :
·         Sulit mengatakan kata desis (lipsing), karena terdappat kesalahan pada gigi, rahang, bibir
·         Berbicara tidak jelas (sluring), yang disebabkan oleh bibir (sumbing), rahang, lidah tidak aktif
6)      Faktor pengalaman
Makin banyak pengalaman seseorang, makin terbiasa orang untuk menghadapi sesuatu begitu juga dalam berkomunikasi.


II.6    Komunikasi yang efektif, 5 pondasi pembangun komunikasi efektif

Komunikasi yang mampu merubah sikap (attitude change) bagi orang yang terlibat dalam komunikasi. Hal ini bertujuan emberi kemudahan dalam memahami pesan yang disampaikan dari pemberi kepada penerima sehingga bahasa lebih jelas, lengkap , pengiriman dan umpan baklik seimbang dan melatih penggunaan bahasa secara baik.
Lima pondasi pembangun komunikasi yang efektif :
¢  Berusaha mengerti orang lain (Emphaty communication)
¢  Memenuhi komitmen/ janji
¢  Menjelaskan harapan
¢  Meminta maaf dengan tulus ketika membuat kesalahan
¢  Memperlihatkan integritas pribadi


II.7    Ciri – ciri komunikasi

5 Ciri komunikasi efektif menurut Kumar (2000) :
}  Keterbukaan
}  Empati
}  Dukungan
}  Rasa positif
}  Kesetaraan


II.8    Bentuk dan karakteristik komunikasi efektif

         Jelas dan ringkas
Penggunaan contoh untuk membuat penjelasan lebih mudah dipahami dan mengulang baian – bagian yang penting.
         Pembendaharaan kata
Menyampaikan pesan dengan istilah yang dimengerti oleh lawan bicara
         Anti denotatif dan konototif
         Intonasi
Menggunakan intonasi yang sesuai dengan lawan bicara.
         Kecepatan berbicara
Dalam berbicara jangan terlalu cepat, jangan terlalu lambat pula.
Karena berpengaruh pada pemahaman apa yang kita sampaiakan kepada lawan bicara.


         Humor
Dugan (1988) “Tertawa mambantu mengurangi ketegangan dan rasa sakit yang disebabkan oleh stress sehingga memberikan dukungan emosional terhadap lawan bicara.


II.9    Unsur komunikasi efektif

Unsur – kunsur komunikasi efektif adalah :
·         Komunikator
Pandai menggunakan bahasa, intonasi, simbol, mimik yang mampu menarik perhatian sang komunikan
·         Pesan
Cara penyampaian, isi pesan sesuai dengan kebutuhan  dan diminati oleh komunikan
·         Media
Menggunakan media yang cocok pada saat berkomunikasi
·         Komunikan
Perlu memperhatikan latar belakang dari sang komunikan dll.
·         Pengaruh/ umpan balik
Yang diharapkan/ tujuan penyampaian pesan.




BAB III
Penutup



III.1  Kesimpulan

Dalam berkomunikasi yang efektif perlu mempertimbangkan banyak aspek, seperti bahasa, intonasi, kecepatan berbicara, maupun dari segi subjeknya sendiri yaitu komunikator atupun komunikan haruslah saling mendukung satu sama lain.
Bahasa harus mudah dimengerti, intonasi yang baik dan perhatian kepada lawan bicara/ lawan berkomunikasi, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat dalam berbicara semu itu harus di usahakan sebaik mungkin agar mudah dipahami oleh lawan bicara.



III.2  Saran

Dalam menyampaikan informasi harus memperhatikan lawan bicara atau penerima informasi, baik dari segi usia, pengetahuan, situasi dan kondisi waktu penyampaiannya, agar dengan begitu pesan atau informasi yang kita sampaikan mendapat balasan yang positif dan memusat.


0 komentar:

Posting Komentar